facebook instagram

Mantan Karyawan Koperasi Divonis 2 Tahun Karena Gelapkan Uang

Mantan karyawan Koperasi Simpan Pinjam Dana Panen Sejahtera (KSP DPS), Wasis alamat Desa Krandon, Kesesi divonis oleh hakim 2 tahun penjara. Adapun terdakwa divonis lebih rendah dibanding tuntutan jaksa yaitu 3,5 tahun penjara.

Terdakwa dinyatakan bersalah karena telah terbukti secara sah melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan sebagaimana diatur dalam pasal 374 KUHP. Barang bukti berupa satu bandel berkas permohonan pinjaman pada Koperasi DPS dengan sejumlah BPKB.

Mantan Karyawan Koperasi Divonis 2 Tahun Karena Gelapkan Uang
//Ilustrasi

Terdakwa sebelumnya mejabat sebagai Marketing dan Collection sejak 2018 sampai 2019 dengan modus melakukan kontrak fiktif. Kemudian memakai uang angsuran untuk pribadi dan adapula mark-up pinjaman hingga kerugian perusahaan mencapai Rp 70 jutaan.

Dalam persidangan daring tersebut vonis oleh majelis hakim dipimpin oleh Ketua, Setyaningsih kemudian hakim anggota Arum Kusuma Dewi dan Hilarius Grahita Setya Atmaja. Jaksa penuntut umum Angga Pandansari Purwanto.

Kajari Kabupaten Pekalongan, Mardani melalui Plt Kasintel Eko Hartanto didampingi Kasipidum, Adi Wibowo menyatakan bahwa terdakwa Wasis mantan karyawan Koperasi DPS divonis dua tahun penjara. Adapun vonis tersebut 1,5 tahun lebih rendah dari tuntutan jaksa.

“Terdakwa divonis 2 tahun penjara dan dinyatakan bersalah karena telah terbukti secara sah melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan sebagaimana diatur dalam pasal 374 KUHP, ” katanya.

Selain dijatuhi vonis selama dua tahun penjara dipotong masa tahanan juga dibebankan biaya perkara kepada terdakwa. Kemudian untuk barang bukti dikembalikan kepada pihak Koperasi DPS Kajen.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Pekalongan menggelar sidang perkara penggelapan dalam jabatan yang dilakukan terdakwa Brian Andita Putra, salah satu karyawan Koperasi Simpa Pinjam Dhana Panen Sejahtera (KSP DSP) Kajen 2, kemarin siang. Sidang dengan agenda mendengar keputusan majelis hakim itu dilakukan secara virtual karena saat ini masih ada pandemi covid 19. Hasil dari sidang yang dipimpin hakim ketua Elin Pujiastuti SH MH, terdakwa dalam perkara ini divonis tiga tahun dipotong masa tahanan.

Sumber : radarpekalongan.co.id